ENERGY

Proyek Masela Jadi Fokus Jonan-Arcandra

2016_10_14-17_15_40_6a712e1e8eafd5c5ce60853584b0816b_620x413_thumb
Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Ignatius Jonan dan Arcandra Tahar sebagai Menteri dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/10). INTAN - BIRO PERS SETPRES

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan wakilnya, Arcandra Tahar, segera menyusun program kerja setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Salah satunya adalah penyelesaian proyek pengembangan ladang gas Abadi, Blok Masela.

Arcandra Tahar mengatakan semua program yang saat ini berjalan akan tetap diteruskan termasuk Blok Masela di Laut Arafuru. “Tentu itu juga,” kata Archandra saat ditemui di Kementerian Energi, Jakarta, Jumat, 14 Oktober 2016. (Baca: Presiden Pilih Ignasius Jonan Jadi Menteri ESDM).

Proyek pengembangan Blok Masela memang menjadi perhatian dari pemerintah. Apalagi Presiden Joko Widodo telah memutuskan pengembangan blok tersebut menggunakan skema darat agar memunculkan efek berganda bagi perekonomian. Keputusan tersebut menganulir usulan pemegang kontrak Inpex Corporation-Shell yang mengusung pembangunan kilang di laut.

Saat ini proyek pengembangan Blok Masela masih dalam tahap penyusunan rencana pengembangan lapangan (PoD).  Tapi Pelaksana Menteri Energi Luhut Binsar Pandjaitan berharap pada 2019 sudah memulai konstruksi. (Baca: Jadi Menteri ESDM, Jonan: Baru Diberitahukan Dua Jam Lalu).

Sementara itu, Menteri Energi Ignasius Jonan meminta waktu untuk menyusun program kerjanya. Sampai saat ini dia belum pernah membicarakan masalah energi secara detail dengan Presiden Joko Widodo. Jonan terakhir bertemu Presiden pada Agustus lalu dan hanya membahas masalah umum. “Kasih waktu kami duduk berdua dengan Arcandra buat berdiskusi,” ujar dia di tempat yang sama.

Jonan menyadari perhatian Presiden Joko Widodo sangat besar terhadap sektor energi. Selain itu juga banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Setidaknya hal itu terlihat dari penambahan posisi Wakil Menteri Energi yang dijabat Arcandra.

Ke depan, Jonan berharap bisa bekerja sama dengan Arcandra secara baik, sesuai arahan Presiden. “Bekerja secara konsep dwi tunggal saja. Ini kami kerja sama saling mengisi dan praktiknya menggantikan beliau,” ujar dia.

Selain itu Jonan juga akan segera bertemu dengan Luhut Binsar Pandjaitan, karena belum sempat berbicara langsung dengannya. Ia akan berbicara dengan Luhut sepulang  dari acara Sail Selat Karimata dan serah terima jabatan, Senin pekan depan. (Baca: Luhut Akan Serahkan Jabatan Menteri ESDM ke Jonan Pekan Depan).

Di sisi lain, Jonan belum berpikir untuk merombak pejabat yang ada di Kementerian Energi. Ia juga menyoroti mengenai paket kebijakan mengenai pungutan liar yang sedang ramai dibicarakan publik. Ia sepakat agar praktik seperti itu harus dihilangkan, apalagi di sektor energi. “Soal pungli itu soal distorsi yang sangat serius untuk kemajuan bangsa. Itu memang harus dihapus,” kata dia.

View Original Article

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »