Industry

Banyak pebisnis terpikat di pusat logistik berikat

Seorang petugas keamanan membantu pekerja menyelesaikan jahitan pakaian di pabrik garment PT Yeon Heung Mega Sari di Kawasan Berikat Nasional, Cakung, Jakarta (1/5). Dari sebanyak 2600 karyawan di perusahaan ini hanya sekitar kurang dari 10 persen yang datang untuk kerja selebihnya ikut aksi memperingati Hari buruh. Bagi karyawan yang tidak masuk hari ini perusahaan mewajibkan karyawan untuk masuk pada hari sabtu. KONTAN/Muradi/01/05/2012

JAKARTA. Para pebisnis yang berminat di bisnis pusat logistik berikat ternyata membludak. Semakin banyak pengusaha yang memanfaatkan fasilitas penimbunan barang di pusat logistik berikat.

Menurut Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, sejauh ini baru berjalan 11 pusat logistik berikat beroperasi sejak Maret 2016 lalu. Sejumlah pebisnis swasta terlibat di bisnis pergudangan ini, seperti PT Kawasan Industri Jababeka atau Kamadjaja Logistics.

Nah, di tahap kedua ini, ka, sudah ada 17 perusahaan yang bersiap mengelola pusat logistik berikat berikutnya. Bedanya dengan tahap pertama adalah, di tahap kedua ini, seluruh pusat logistik berikat berada di luar Jawa, seperti Sumatera yakni Aceh dan Kalimantan. “Produk-produk yang ditimbun ada yang baru yakni gas,” katanya, Rabu (19/10).

Pemerintah sudah meneken perjanjian dengan 17 perusahaan pengelola pusat berikat tersebut. Sayang, Heru tidak merinci identitas perusahaan tersebut.
Yang jelas, minat perusahaan ikut terlibat di pusat logistik berikat semakin besar. Heru mencatat,  masih ada sekitar 124 perusahaan lagi yang mengajukan diri agar bisa menjadi pengelola tempat penimbunan tersebut. Namun,  yang tersaring ternyata cuma 10 perusahaan.

Nah, sepuluh perusahaan  tersebut bakal menjadi pengelola pusat berikat logistik tambahan yang ditargetkan bisa meneken perjanjian sampai akhir tahun ini. Lagi-lagi, Heru tidak merinci nama perusahaan tersebut.

Kalangan swasta  memang berminat di bisnis ini. Menurut Freddy Sukrisna, Regional Manager West Java PT Agility International, pihaknya berminat mengembangkan bisnis pusat berikat logistik di luar Jakarta, seperti Cikarang, Semarang dan  Surabaya. “Tapi pusat logistik berikat perlu improvement,” tegasnya.

Reporter :Ramadhani Prihatini
Editor   : Rizki Caturini

View Original Article

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »