Drilling

SKK Migas Akan Evaluasi Temuan Migas Eni di Kalimantan Timur

2016_04_06-12_53_51_79c33091e6cf07f91693d4f231280839_620x413_thumb
KATADATA

Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan akan menindaklanjuti hasil temuan cadangan migas di Lapangan Merakes Blok Sepinggan di Kalimantan Timur. Temuan cadangan migas ini diketahui, setelah operator Blok Sepinggan, Eni, selesai melakukan pengeboran dua sumur.

Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas Gunawan Sutadiwiria mengatakan pihaknya akan mengkaji hasil temuan tersebut terlebih dahulu, kemudian mengevaluasinya. “Baru selesai dibor, akan kami diskusi dahulu,” ujar dia kepada Katadata, Kamis (3/1).

Setelah mengumumkan berhasil mengebor sumur Merakes-2, saat ini Eni masih mengkaji dan mempersiapkan pengajuan rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD). Namun, Gunawan belum mau menjelaskan kapan Eni akan menyampaikan PoD tersebut.

Sebagaimana diketahui, Eni berhasil mengebor dan menguji sumur Merakes-2 di Lapangan Merakes dengan kedalaman 2.732 meter. Sebelumnya Eni juga sudah mengebor sumur eksplorasi Merakes-1 yang ditemukan pada 2014. Pengeboran sumur eksplorasi ini untuk mengambil sampel sebagai dasar pengeboran Merakes-2.

Dengan kesuksesan pengeboran dua sumur ini, Eni menaksir potensi cadangan gas di Lapangan Merakes mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF). Potensi gas inilah yang nantinya akan dikaji SKK Migas. Eni juga masih perlu melakukan studi dan evaluasi lebih lanjut untuk mengkomersialisasi dan mengembangkan lapangan migas tersebut.

Rencananya produksi gas dari lapangan Merakes akan diintegrasikan dengan fasilitas produksi yang ada di Lapangan Jangkrik. Alasannya adalah kedekatan jarak antara kedua lapangan tersebut, yakni sekitar 35 kilometer. Dengan begitu, pengembangan kedua lapangan ini akan lebih efisien, karena bisa menekan waktu pengerjaan dan biaya.

“Kedekatan Merakes dan Jangkrik akan memungkinkan untuk memaksimalkan sinergi dengan infrastruktur terdekat yang ada,” seperti dikutip berdasarkan keterangan resmi Eni, Rabu (1/2).

Sekadar informasi, Eni merupakan operator Blok Sepinggan di Kalimantan Timur dengan memegang hak kelola sebesar 85 persen, sisanya dimiliki oleh Pertamina Hulu Energi (PHE). Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan saat ini memiliki portofolio aset yang besar di eksplorasi, produksi dan pengembangan migas.

Selain mengoperasikan blok Sepinggan, Eni juga mengoperasikan Blok Muara Bakau di Kalimantan Timur. Saat ini fasilitas produksi proyek Jangkrik yang ada di Blok tersebut sedang dalam tahap penyelesaian. SKK migas menargetkan proyek tersebut bisa beroperasi pada Juli 2017.

View Original Article

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »