EPC

7 Tren Teknologi Industri EPC

EPC TECHNOLOGY 1
Ilustrasi

Perusahaan Engineering, Procurement & Construction (EPC), atau perusahaan rancang-bangun umumnya lamban mengadopsi teknologi baru karena khawatir (atau justru berharap) bahwa berbagai bentuk teknologi baru tidak lebih dari tren sesaat. Namun, dengan harga minyak yang terus turun, banyak perusahaan mulai memanfaatkan masa ini untuk memperbaiki diri dan mengangkat daya saing. Berikut adalah tujuh tren teknologi EPC dan dampaknya terhadap industri.

1. Aplikasi Digital

1472147037519

Industri EPC cenderung lambat beradaptasi dengan teknologi bergerak (mobile). Lokasi kerja yang biasanya terpencil dan infrastruktur konektivitas yang terbatas menjadi penyebab, namun hal ini tengah berubah dengan cepat. Banyak aplikasi mobile, seperti yang dibuat oleh InEight dan Rhumbix, berupaya meningkatkan produktivitas pada tahap konstruksi dengan memudahkan komunikasi antara personel di lokasi dengan di kantor, dan sebaliknya. “Data” dan “produktivitas” adalah dua kata kunci utama, dan ada banyak cara untuk menggunakan informasi dari lokasi proyek untuk meningkatkan kinerja serta memastikan pekerjaan berlangsung sesuai jadwal.

2. Drone

1472147158480

Lebih dari sekadar peralatan hobi atau militer yang mahal, teknologi drone saat ini mulai dikenal (dan tanpa perdebatan berlebihan) di proyek-proyek EPC. Digunakan terutama untuk melakukan survei lokasi, drone yang mengumpulkan foto pelaksanaan proyek dan foto dokumentasi dapat dilihat berada di atas banyak lokasi proyek pada masa ini. Ke depan, dapat diperkirakan penggunaan drone akan semakin canggih, misalnya untuk melakukan inspeksi pekerjaan di tempat-tempat yang sulit dijangkau, ataupun penggunaan drone inframerah untuk memeriksa apakah ada kebocoran saat dilakukan tes tightness dan start-up.

3. Augmented Reality

1472157259442

Pilihan augmented reality dalam daftar ini tidak mengherankan. Meski sebelumnya tidak sepopuler virtual reality, teknologi augmented reality kini dikenal luas setelah diaplikasikan pada permainan Pokemon Go dan aneka filter menarik pada SnapChat. Bagi industri EPC, augmented reality memiliki satu kelebihan utama dibandingkan virtual reality: penggunanya tetap mengetahui keadaan lingkungan tempat ia berada. Meski mengenakan kacamata augmented reality, pengguna masih bisa melihat suasana sekitar dan bergerak dengan aman. Dengan begitu, personel di lokasi bisa melihat model 3D konstruksi proyek, mengubah desain sesuai kebutuhan, ataupun mendapat dukungan secara jarak jauh dari vendor saat berada di lokasi.

4. Wearables 

1472147258124

Proses konstruksi suatu proyek sangat bergantung pada kualitas tenaga kerjanya. Sebab itulah, tren penelitian di bidang ini bergeser ke penggunaan perlengkapan yang bisa dikenakan pekerja (wearables) untuk memantau, misalnya, detak jantung, suhu tubuh, mutu udara, dan pergerakan. Data dapat dipantau pada saat bersamaan oleh superintendent sehingga dapat diketahui apabila ada pekerja yang mengalami panas berlebih, kelelahan, atau jika udara tidak ideal untuk pekerjaan berat. Hal-hal ini bisa diatasi untuk mencegah insiden kerja. Apakah wearables terkesan seperti alat pengintai? Betul, dan aspek inilah yang bisa jadi menghambat pertumbuhan tren penggunaannya.

5. Alat Cetak 3D

1472147590480

Bicara soal alat cetak 3D, yang biasanya terpikir oleh kita adalah MakerBot yang mampu mencetak wadah ponsel unik, atau Xkelet yang bisa mencetak gips untuk mengobati patah tulang. Tetapi tidak hanya itu; beberapa perusahaan sudah mulai merintis alat cetak 3D untuk bagian-bagian pipa. Sebagian bahkan berhasil memperlihatkan bahwa kita bisa mencetak desain struktur beton dalam bentuk 3D. Shell telah selangkah lebih maju dan tengah mencoba mencetak katup-katup pengganti. Hal-hal seperti biaya, atau apakah hasil cetak sudah memenuhi standar API, masih harus dikaji lebih jauh. Namun, cetak 3D masih baru dan perkembangannya layak diikuti (dan layak menjadi investasi baru bagi kita atau orang terdekat yang bekerja di perusahan EPC).

6. Automasi

1472157027241

Basis data dan sistem di perusahaan EPC masih dikelola oleh tim-tim besar. Bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi hal ini terasa aneh. Seiring dengan perubahan yang dialami perusahaan dan proyek untuk memenuhi anggaran yang semakin rendah sementara biaya semakin tinggi, program data pun dapat diperkirakan akan semakin efisien sehingga tidak lagi membutuhkan pengelola dalam jumlah banyak. Hal ini akan terus berkembang dengan keberadaan sistem manajemen dokumen elektronik (EDMS), sistem penyelesaian, dan program elektronik untuk pengadaan. Sistem EDMS seperti iDocs—yang menyerahkan tanggung jawab revisi, penyerahan, dan pemeriksaan dokumen kepada pemiliknya (contoh: engineer)—kini semakin banyak digunakan. Sementara, program penyelesaian basis data seperti WinPCS dan Zenator sudah ada selama puluhan tahun—program-program ini membantu suatu proyek menghemat biaya kertas dengan menggunakan sistem barcode dan menyimpan dokumen dalam format elektronik. Ke depan, dapat diharapkan akan ada sistem pengadaan maju yang mampu menyelaraskan kebutuhan perekayasaan, konstruksi, commissioning dan start-up dengan cepat dan efisien sekaligus secara otomatis memperbarui dan menjaga keakuratan data perusahaan penyedia barang dan jasa.

7. Energi Terbarukan

1472157180709

Tren energi terbarukan di EPC mengacu pada proyek yang didesain dan dibangun, dan bukan pada energi yang dimanfaatkan selama proses kerja berlangsung. Pengembangan pembangkit listrik tenaga angin dan surya memang semakin marak dalam beberapa tahun terakhir, namun masih jauh dari menjadi proyek utama dalam kontrak-kontrak EPC. Keadaan ini diperkirakan tidak akan banyak berubah dalam beberapa tahun ke depan, tetapi akan terus bertumbuh. Proyek energi terbarukan membutuhkan kemampuan pelaksanaan yang berbeda dan menuntut perusahaan EPC memperluas pengetahuannya tentang teknologi baru.

Source : futuresight-ar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »