coal

Gasifikasi dan Harapan Energi Batubara Bersih

coal-1
Ilustrasi

Indonesia memiliki persediaan batubara dalam jumlah cukup besar sehingga potensi pengembangan industri gasifikasi sangat terbuka. Persoalannya adalah mensiasati tingginya nilai investasi, harga jual produk, serta pasar yang dituju.

Pembakaran dan pengumpulan gas yang berasal batubara telah diteliti sejak akhir tahun 1600-an oleh seorang pendeta dari Yorkshire, Inggris, John Clayton. Tetapi baru di tahun 1792, gas hasil karbonisasi coking coal tersebut dimanfaatkan untuk penerangan setelah dilakukan pengembangan oleh seorang insinyur Skotlandia William Murdock.

Setelah puluhan bahkan ratusan tahun, penggunaan batubara untuk sumber energi sempat meredup tergantikan oleh minyak bumi dan gas alam, hingga di tahun 1970-an dunia kembali memanfaatkan batubara karena faktor krisis minyak yang terjadi di banyak negara.

Kali pertama pemanfaatan batubara untuk sumber energi dengan proses gasifikasi sendiri baru muncul di tahun 1970 atas saran Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter. Meski setelah periode 1980-an pengembangan teknik gasifikasi batubara terbilang tidak pesat, tetapi hingga sekarang metode ini terus digunakan.

Proses gasifikasi yang kini banyak dikembangkan adalah gasifikasi total. Dengan perkembangan teknologi, selain sumber energi, gasifikasi batubara di masa modern ini juga banyak digunakan untuk menghasilkan bahan-bahan kimia.

Batubara Bersih

Gasifikasi batubara merupakan proses konversi secara kimia dari batubara yang berbentuk partikel atau padatan dengan satu atau campuran reaktan udara, oksigen, uap air, dan karbon dioksida, sehingga menjadi gas yang mampu bakar atau compustible.

Proses gasifikasi dapat menghasilkan gas mampu bakar, antara lain CO, H2, CH4, dan gas hidrokarbon lainnya. Gas hasil gasifikasi ini dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar – baik secara langsung (hot gas) maupun setelah pemurnian (cold gas), bahan baku proses sintesa, atau bahan kimia lain, seperti hidrogen dan metanol.

Gasifikasi merupakan salah satu teknik mengkonversi batubara dengan bersih, karena alih-alih membakarnya, batubara diubah menjadi gas dengan menggunakan uap dan tekanan udara yang memaksa terjadinya pemecahan rantai karbon batubara ke bentuk unsur atau senyawa kima lain.

Teknologi yang digunakan untuk gasifikasi batubara menjadi gas adalah gasifier. Beberapa teknik gasifier yang digunakan untuk proses gasifikasi adalah fixed bed gasification (gasifikasi batubara secara unggun diam), fluidized bed gasification (gasifikasi batubara terfluidiasi), dan entrained flow gasification (gasifikasi batubara tersembur).

Penggunaan salah satu dari ketiga teknik itu sangat tergantung kepada jenis batubara yang digunakan.

Gasifikasi di Indonesia

Perkembangan teknologi gasifikasi batubara yang berlangsung sangat cepat di dunia, terbilang sangat lambat penerapannya di Indonesia.

Beberapa faktor yang menjadi penghambatnya adalah nilai tambah batubara dengan teknik gasifikasi belum memadai, sementara teknologi yang digunakan tergolong mahal. Di sisi lain, segmen pasar yang dituju juga terbatas karena secara komersial harga gasifikasi batubara pada akhirnya tetap tinggi.

Tetapi harapannya, kondisi tersebut dapat berubah lebih baik di masa mendatang. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya dengan batubara. Meskipun rata-rata peringkat batubara negara ini terbilang rendah, tetapi dengan teknologi gasifikasi batubara modern kini bermacam-macam jenis batubara dapat dimanfaatkan.

Pemerintah Indonesia pun mulai membuka peluang investasi gasifikasi batubara. Pengembangan industri gasifikasi batubara di Indonesia ini sangat diperlukan, salah satunya guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri pupuk dan petrokimia.

Di tahun ini, beberapa perusahaan asing telah menyatakan kesediaan untuk membangun pabrik gasifikasi batubara di Indonesia. Salah satunya bahkan telah menyatakan kesediaan untuk membangun pabrik tersebut di tahun 2019.

Di sisi lain, PT Bukit Asam Tbk. menyadari meski membutuhkan investasi tambahan, tetapi gasifikasi batubara akan memberikan nilai tambah dibandingkan dengan penjualan batubara biasa, yang selama ini menjadi produk perusahaan tersebut. Lebih lanjut, PT Bukit Asam Tbk. siap untuk bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang menguasai teknologi gasifikasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »