ENERGY

Langkah Pasti Pertamina Mengembangkan Energi Baru Terbarukan

Pertamina Energy Forum
Pertamina Energy Forum 2017

Tidak hanya fokus kepada pengembangan energi konvesional, ke depannya Pertamina akan lebih gencar mengembangkan energi baru terbarukan.

Pertamina menyadari bahwasanya energi baru terbarukan (EBT) segera menjadi sumber energi dunia di masa yang akan datang. Faktor berkurangnya jumlah cadangan energi fosil, kesadaran akan pemanasan global, dan juga dampak EBT terhadap pertumbuhan ekonomi satu negara memperkuat pilihan tadi.

Pandangan korporasi ini terungkapkan dalam seluruh rangkaian kegiatan Pertamina Energy Forum 2017 yang berlangsung 12-13 Desember lalu.

Kondisi inilah yang kemudian melatarbelakangi dan mendorong Pertamina untuk mengembangkan potensi sumber EBT di Indonesia. Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik, persiapan Pertamina mengembangkan EBT telah tercantum dalam misi badan usaha milik negara tersebut.

907 MW TARGET Misi itu berkaitan dengan keinginan Pertamina menjadi perusahaan energi berkelas dunia pada tahun 2025, sehingga nantinya tidak hanya migas saja, Pertamina juga akan memokuskan perhatiannya kepada pengembangan EBT.

Dalam jangka pendek ke menengah, target pengembangan EBT Pertamina difokuskan pada panas bumi, solar PV, dan bioenergi, serta mini hydro dan wind power.

High Priority

Dalam mengembangkan dan mengeksekusi kesempatan bisnis EBT, ditambahkan Direktur Gas PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani, Pertamina berorientasi kepada dua parameter. Pertama, economy attractiveness atau seberapa menarik proyek tersebut dari sisi ekonomi. Parameter kedua adalah technology maturity atau ketersediaan teknologi pendukung.

EBT sendiri bagi Pertamina termasuk ke dalam kategori high priority. Artinya, high economy attractiveness dan technology maturity.

Sementara itu, sumber EBT yang telah dikembangkan Pertamina adalah panas bumi (geothermal), biodiesel, biomass, mini hydro, dan solar PV. Selain itu, beberapa jenis EBT yang masih dalam tahap evaluasi dan pengembangan komersil, di antaranya wind power, hydro large, bioavture, dan bioethanol.

Hingga kini panas bumi menjadi salah satu potensi EBT yang sudah cukup lama dieksekusi perusahaan yang baru merayakan HUT ke-60 ini. Dengan beroperasinya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulubelu Unit 4, Pertamina baru saja menambah kapasitas panas buminya sebesar 55 meg
awatt (MW). Dengan penambahan tersebut, maka total kapasitas terpasang PLTP Pertamina kini menjadi 587 MW.

EBT

BieFuel

Optimasi Panas Bumi

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak perusahaan Direktorat Hulu Pertamina yang menaungi pengembangan panas bumi, pun berkomitmen terus mengoptimalkan pemanfaatan tenaga panas bumi di Indonesia.

Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin menguraikan, Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 29.000 MW di seluruh pelosok nusantara, sementara hingga tahun ini kapasitas terpasang baru sekitar 1.800 MW.

Dari jumlah tersebut, kapasitas terpasang PGE sendiri baru sekitar 587 MW, tetapi targetnya terjadi peningkatan signifikan hingga 2.137 MW di tahun 2025. Target pencapaian seiring dengan keberadaan pembangkit baru dan juga sedang dibangunnya beberapa pembangkit baru yang telah berjalan paralel sejak 2017.

Untuk tahun 2018 misalnya, di bulan Oktober PGE akan mengoperasikan PLTP Lumut Balai Unit 1 di Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan kapasitas 55 MW. Meskipun saat ini masih tahap eksplorasi, tetapi di tahun yang sama PGE juga akan mulai mengebor di provinsi Aceh dengan kapasitas 2×55 MW.

Di tahun berikutnya, PGE akan mengoperasikan Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas terpasang yang sama besar dengan Lumut Balai Unit 1. Masih di tahun yang sama, PGE juga menargetkan Hululais Upstream Project Unit 1 dapat beroperasi dengan kapasitas 1×55 MW.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »