OIL & GAS

Langkah PetroChina di Tahun Anjing Tanah

petrochina
Ilustrasi

Di saat banyak kalangan melihat industri hulu migas Indonesia sedang lesu, PetroChina justru lincah berinvestasi untuk mengoptimalkan blok yang dimilikinya dan mengakuisisi beberapa blok berpotensi besar.

Tahun lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan giat memasarkan dan membuka peluang berinvestasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia ke banyak negara. Salah satu kegiatan yang dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan investasi adalah Konferensi Tingkat Menteri tentang Energi Bersih (CEM) ke delapan yang berlangsung di Beijing, Tiongkok.

Di ajang yang diikuti menteri dan pejabat tinggi dari 24 negara itu, Menteri ESDM berkesempatan mengadakan pertemuan bilateral dengan Tiongkok.

Tampaknya tidak sia-sia pertemuan yang dilakukan Menteri Jonan karena di tahun ini pemerintah Tiongkok memberikan keleluasaan kepada pengusaha negeri tirai bambu tersebut untuk berinvestasi di Indonesia.

PetroChina International Companies menjadi perusahaan migas pertama asal Tiongkok yang di permulaan tahun ini secara lugas menegaskan telah meningkatkan anggaran tahun ini sebesar 39,6 persen dibandingkan realisasi tahun 2017. Nilainya sebesar US$ 343,2 juta yang terdiri dari belanja modal (capex) sebesar US$ 56,9 juta dan biaya operasional (opex) US$ 286,3 juta.

Empat Target Besar

Besaran anggaran sejalan dengan beberapa rencana kerja PetroChina di tahun 2018. Pertama, meningkatkan produksi migas di Blok Jabung hingga 60 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), lima ribuan lebih tinggi dari realisasi produksi tahun 2017 sebesar 54.497 BOEPD.

Kedua, lebih gencar menggarap lima bloknya yang selama ini belum optimal dikembangkan karena terlalu fokus di Blok Jabung. Kelima blok tersebut adalah West Jambi II, Blok Selat Panjang, Blok South Jambi B, Blok Madura, dan Blok Kepala Burung-Salawati Basin. Untuk meningkatkan kelimanya, PetroChina akan melakukan kegiatan seismik dan kerja ulang pada sumur atau workover.

Ketiga, selain mengoptimalkan pengembangan di kelima sumur tersebut, di tahun ini rencananya PetroChina juga akan mengoperasikan Blok Bangko, yang selama ini tertunda pengembangannya. Targetnya akan dilakukan pengeboran untuk empat sumur baru di blok itu.

Keempat adalah mengembangkan lapangan baru, yakni Lapangan Sabar dengan target produksi gas sebesar 17 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan Lapangan Target dengan target produksi minyak sebesar 3 ribu barel per hari (BOPD).

Incar Blok-Blok Besar

Tak berhenti di situ, PetroChina juga berencana mengakuisisi sejumlah blok migas di Indonesia. Blok tersebut baik yang statusnya sudah tidak memiliki operator dan akan dilelang pemerintah, yaitu Blok East Kalimantan dan Attaka, maupun blok yang masih memiliki operator, yaitu Blok Mahakam, Kasuri, East Natuna, dan Argumi.

Untuk empat blok yang memiliki operator, salah satu strategi yang akan PetroChina lakukan adalah dengan bekerja sama dengan existing operator.

CNBC Indonesia menuliskan, bila rencana investasi terbaru PetroChina terealisasi, maka negara Tiongkok akan menggeser posisi Amerika Serikat sebagai negara tiga besar yang perusahaan minyaknya menguasai kontrak hulu migas di Indonesia.

Dengan realisasi investasi PetroChina, empat perusahaan migas asal Tiongkok yang tahun lalu memiliki empat wilayah kerja (WK) eksploitasi dan satu WK eksplorasi di Indonesia, nantinya akan memiliki delapan WK eksploitasi dan lima WK eksplorasi di Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »