New Technology

Financial Technology, Dampak Teknologi di Sektor Keuangan

financial technology
ilustrasil

Fintech mendobrak metode tradisional yang selama ini telah menjadi pilihan masyarakat dalam bertransaksi.

Perkembangan teknologi informasi berdampak besar terhadap banyak aspek dan gaya hidup masyarakat urban, termasuk yang terkait dengan faktor finansial atau keuangan. Salah satu yang kini tengah gencar dikembangkan dan banyak menyedot perhatian pelaku ekonomi, khususnya di industri jasa keuangan, adalah financial technology atau fintench.

Wikipedia mendefinisikan fintech dengan the new technology and innovation that aims to compete with traditional financial methods in the delivery of financial services. Sementara National Digital Research Center (NDRC) mendefinisikan fintech sebagai innovation in financial services atau inovasi di bidang jasa keuangan.

Fintech pada dasarnya merupakan terobosan dalam sektor keuangan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mendobrak metode tradisional yang ribuan tahun menjadi pilihan masyarakat dalam bertransaksi. Konsep ini mengadaptasi perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial untuk menghadirkan produk-produk keuangan dengan proses transaksi yang lebih modern, praktis, dan aman.

Produk fintech kebanyakan muncul dari perusahaan-perusahaan rintisan baru (startup) di luar lembaga keuangan konvesional yang mampu berinovasi menciptakan aplikasi baru layanan keuangan berbasis teknologi.

Beberapa jenis transaksi yang dikategorikan ke dalam fintech di antaranya proses pembayaran, transfer dana, peminjaman uang antarsejawat (peer to peer lending), investasi, hingga perencanaan keuangan. Segmennya sendiri selain B2C (business to consumer) dan C2C (consumer to consumer) juga melingkupi B2B (business to business).

Berkembang Pesat di Indonesia

ey.com mengungkapkan sejak tahun 2015 lalu tingkat adopsi fintech secara global terus tumbuh hingga 17 persen.

Tingginya pertumbuhan dilatarbelakangi pengadopsian fintech yang memang terus berkembang di pasar dan kehadiran generasi millenials dengan gaya hidup yang digitaly minded dan lebih akrab teknologi (techsavvy). Kemudahan akses dan penggunaan menjadi faktor lain pesatnya pertumbuhan dan penggunaan fintech secara global.

Indonesia sendiri diprediksikan akan menjadi salah satu pasar terbesar bagi para pemain fintech. Terbukti, pertumbuhan fintech di negara ini dapat melesat cepat. Bila di kuartal I-2016 baru terdapat 51 fintech, di Desember tahun yang sama, Indonesia’s Fintech Association (IFA), mencatat tidak kurang dari 135 hingga 140 perusahaan fintech yang telah terdata.

Sementara data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hingga semester I-2017 terdapat 165 startup fintech di Indonesia. Dari jumlah tersebut 17 persen di kategori peer to peer lending, 43 persen di sistem pembayaran, dan sisanya berbentuk agregator, crowdfunding, dan lainnya.

Pemerintah Indonesia pun mendorong tumbuh-kembangnya fintech yang diyakini mampu meningkatkan tingkat perekonomian negara. OJK misalnya, dalam upaya memaksimalkan perkembangan fintech telah membentuk Fintech Innovation Hub. Beberapa tujuan pembentukannya antara lain untuk mengefektifkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pengembangan industri fintech yang sesuai kebutuhan masyarakat, hingga penyediaan sarana komunikasi antara regulator dan perusahaan fintech.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »