Distributions

Hingga Nanti Gas Bumi Menjadi Pilihan Masyarakat

jargas
ESDM

Harga murah tidak lalu membuat gas bumi menjadi pilihan masyarakat. Mengapa?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya agar pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (jargas) khususnya untuk rumah tangga terus diperluas. Upaya ini, menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Ego Syahrial, agar penggunaan gas bumi untuk sumber energi dapat merata.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian ESDM menjadikan pembangunan jargas untuk rumah tangga menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2018. Dengan begitu, harapannya kendala-kendala yang sering kali dihadapi pada saat pembangunan jargas, seperti pembebasan lahan dan perizinan, dapat terhindarkan.

Harus diakui, hingga kini pemanfaatan gas bumi untuk bahan bakar di Indonesia memang belum optimal. Salah satu masalah terbesarnya adalah karena faktor infrastruktur yang belum dibangun merata. Dan ini tak lepas dari lemahnya rancangan tata kota di Indonesia.

Pada waktu mendesain sebuah kota misalnya, pemerintah tak memikirkan tentang pemasangan pipa gas, sehingga ketika kota semakin berkembang, pemasangan jargas semakin sulit. Kini ditambah dengan tingginya biaya pemasangan instalasi awal jargas yang diperkirakan berada di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per pelanggan.

Belum lagi fakta bahwasanya hingga tahun lalu pemanfaatan gas bumi cenderung masih banyak di Jawa saja, sementara sebenarnya Indonesia Timur justru memiliki cadangan gas bumi terbanyak dengan prosentase hingga mencapai 35,76 persen.

Target Tinggi

Data Kementerian ESDM mengungkapkan di tahun 2014 lalu baru terdapat 200 ribu sambungan rumah tangga (SR), yang meningkat sedikit ke 220,36 ribu SR di tahun 2015. Kondisi menggembirakan terjadi di tahun berikutnya ketika terjadi lonjakan jargas hingga mencapai 319,06 ribu SR, lalu melonjak lebih tinggi lagi di tahun 2017 dengan akumulasi jargas mencapai 383,06 ribu SR.

Sementara untuk tahun 2018, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan jargas baru sebanyak 77.880 SR.

Di awal Februari lalu, pemerintah sendiri telah menugaskan PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk membangun jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di tujuh wilayah di sepanjang tahun 2018 ini. Penugasan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 267K/10/MEM/2018 dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 268K/10/MEM tanggal 25 Januari 2018.

Pertamina ditugaskan membangun jargas rumah tangga beserta infrastruktur pendukungnya di Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Penajam Paser Utara, sementara PGN bertugas mengerjakan pembangunan di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serang, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo.

Tugas kedua badan usaha tersebut masih ditambahi lagi dengan keharusan mengembangkan jargas beserta infrastruktur pendukungnya, serta menyalurkan gas, pengoperasian, dan pemeliharaan jargas rumah tangga di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia lainnya.

Penantian Panjang

Pemerintah memang sedang giat mendorong masyarakat untuk beralih ke gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi. Pasalnya, gas bumi lebih ramah lingkungan dan juga lebih murah dibandingkan dengan elpiji atau tepatnya LPG (liquified petroleum gas).

Selain itu, penggunaan gas bumi baik dalam bentuk liquified natural gas (LNG) maupun compressed natural gas (CNG) yang dapat diproduksi di dalam negeri akan membantu pemerintah mengurangi subsidi elpiji yang mayoritas masih impor.

Meskipun begitu, pemerintah masih harus melalui proses yang sangat panjang untuk mampu membuat masyarakat menggunakan gas bumi. Dari jumlah sambungan rumah tangga misalnya, jumlah yang menjadi target pemerintah, ataupun Badan Usaha Niaga Umum Gas Bumi, masih sangat jauh dibandingkan jumlah rumah tangga di Indonesia yang mencapai 65 juta.

Ketika pembangunan infrastruktur tak mampu dilakukan dalam hitungan tahun, semoga akan muncul solusi lain, tak hanya demi menjami ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi, tetapi terutama mencapai bauran energi yang ramah lingkungan dari seluruh pasokan energi sesuai komitmen Indonesia kepada dunia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »