ENERGY

PLTB Terbesar di Indonesia Siap Beroperasi

Kincirangin
Ilustrasi

Setelah setahun pembangunan, PLTB terbesar di Indonesia dipantau siap untuk dioperasikan sesuai target.

Dari hasil pantauan sejumlah pejabat tinggi negara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), termasuk Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, ke Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Kamis (1/3), Dirjen Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Someng mengatakan, 23 unit turbin angin sudah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) sehingga sudah dapat beroperasi.

Itu artinya, sesuai yang ditargetkan, PLTB Sidrap diyakini dapat beroperasi secara komersial di triwulan pertama tahun 2018.

PLTB Sidrap merupakan PLTB terbesar pertama di Indonesia dengan kapasitas 75 megawatt (MW). Penghasil energi ramah lingkungan ini terdiri dari 30 unit turbin angin yang masing-masing berkapasitas 2,5 MW. Setiap turbin dari Gamesa Iolica Corporation tersebut memiliki ketinggian 80 meter dengan panjang baling-baling 57 meter.

Dengan beroperasinya PLTB Sidrap akan menambah pasokan listrik di wilayah Sulselrabar yang kondisi kelistrikannya mencapai 1.250 MW dan beban puncak mencapai 1.050 MW. Sementara berdasarkan proyeksinya PLTB Sidrap mampu melayani kebutuhan listrik 70 ribu pelanggan di Sulawesi Selatan dan sekitarnya dengan daya listrik rata-rata 900 VA.

Negara Keempat di Asia

Pengembangan PLTB Sidrap dilakukan sejak Februari tahun lalu oleh joint venture PT UPC Sidrap Bayu Energi dengan total investasi sekitar 150 juta USD. PT UPC Sidrap Bayu Energi merupakan konsorsium yang terdiri dari UPC Renewables Asia I, UPC Renewables Asia III, Sunedison, dan Binatek Energi Terbarukan.

Dengan beroperasinya PLTB Sidrap akan menjadikan Indonesia salah satu dari sedikit negara di Asia yang memiliki pembangkit bertenaga angin, setelah Jepang, Tiongkok, dan Korea. Merunut data statistik dari wwindea.org, hingga akhir tahun 2017 Tiongkok bahkan menjadi negara terbesar di dunia yang memanfaatkan energi angin dengan kapasitas 188.730 MW.

Dikutip dari laman Kementerian ESDM, pada saat peluncuran Peta Potensi Energi Angin di Indonesia (2/5) tahun lalu Menteri ESDM Ignasius Jonan mengungkapkan, potensi listrik tenaga bayu atau angin di Indonesia terbilang tinggi, meskipun begitu sebagai negara kepulauan tidak semua wilayah Indonesia memiliki potensi energi angin.

Dengan potensi energi angin antara 1,6 GW sampai 1,8 GW, daerah-daerah yang potensial untuk dikembangkan terutama di Indonesia bagian timur, seperti Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Ke depannya pemeritah sendiri akan mengembangkan PLTB Sidrap ke tahap II dengan kapasitas 60-120 MW. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan PLTB Jeneponto yang berlokasi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dan PLTB Tanah Laut di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Prinsip Kerja Turbin Angin

Untuk mengembangkan PLTB, salah satu kriterianya adalah kecepatan dan kestabilan angin di daerah tersebut harus berkisar antara 2 hingga 17 meter perdetik. Bila kurang dari angka tersebut, turbin tak akan dapat bekerja, tetapi jika pun melebihi angka 17 meter perdetik, kondisi yang mungkin terjadi adalah rusaknya turbin angin.

Gambaran sederhananya, turbin angin berputar dan bekerja berdasarkan energi yang ditimbulkan oleh kecepatan angin. Putaran tersebut dikonversi menjadi energi mekanik, selanjutnya dikonversi lagi menjadi energi listrik oleh generator.

Prinsip Kerja Turbin Angin

prinsipkerjaturbinangin

Sumber: btbrd.bppt.go.id

Menurut btbrd.bppt.go.id, ketidakstabilan energi angin dan sifatnya yang acak bahkan menjadi masalah terbesar dalam mengembangkan PLBT. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem elektrikal dan ketidakcocokan antara energi angin dengan kebutuhan listrik (electrical load). Meskipun demikian, dengan penggunaan teknologi canggih dan perancangan jaringan listrik yang optimal, banyak PLTB telah mampu mengurangi masalah ketidakstabilan tersebut.

Struktur Internal Turbin

strukturinternalturbin

Sumber: btbrd.bppt.go.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »