Industry

Bergerak Selaras Perubahan Dengan Making Indonesia 4.0

Make_indonesia 1
Ilustrasil

Dengan Making Indonesia 4.0 Indonesia berupaya menyongsong dan mengantisipasi fenomena yang tengah mentransformasi dunia.

Dunia sedang mengalami transformasi besar sejak munculnya revolusi industri 4.0. Kondisi yang istilahnya dilontarkan Jerman di tahun 2013 lalu ini bicara tentang penerapan teknologi automasi dan pertukaran data di sektor industri.

Revolusi industri 4.0 ditopang oleh penggunaan lima teknologi utama, yakni internet of thing (IoT), artificial intelligence (AI), human-machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D printing.

Baca Juga7 Tren Teknologi Industri EPC

Dunia, termasuk beberapa negara tetangga Indonesia, telah bergerak mengantisipasi dan mengadopsi revolusi industri 4.0. Begitu pula Indonesia.

Presiden RI Joko Widodo memandang industri 4.0 merupakan fenomena yang harus dihadapi dan juga disambut kedatangannya. Diyakininya revolusi itu akan menghasilkan perubahan besar bagi tatanan industri di mana Indonesia juga harus bersiap menyongsongnya.

Komitmen Indonesia ditandai dengan peluncuran Making Indonesia 4.0 pada acara Indonesia Industrial Summit 2018 (4/4/2018). Making Indonesia 4.0 merupakan peta jalan atau road map dan strategi Indonesia dalam mengupayakan revitalisasi industri dalam negeri secara menyeluruh.

Dengan inisiatif ini Indonesia berkomitmen mempercepat pengimplementasian revolusi industri 4.0 di industri manufaktur dalam negeri sehingga berdaya saing global.

5 Sektor, 10 Inisiatif

Untuk tahap awal dari peta jalan yang digagas Kementerian Perindustrian ini pemerintah memokuskan implementasi industri 4.0 kepada lima industri nasional, yaitu makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia.

Kelima sektor tersebut dipilih setelah melalui evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar.

“Industri ini merupakan tulang punggung dan diharapkan membawa efek ungkit yang besar dalam hal daya saing dan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia di 2030,” tutur Joko Widodo.

Di samping lima sektor industri, Making Indonesia 4.0 turut memuat 10 inisiatif nasional yang bersifat lintas sektoral untuk mempercepat perkembangan industri manufaktur Indonesia.

Kesepuluhnya mencakup perbaikan alur aliran barang dan material, membangun satu peta jalan zona industri yang komprehensif dan lintas industri, mengakomodasi standar-standar keberlanjutan, memberdayakan industri kecil dan menengah, serta membangun infrastruktur digital nasional.

Kemudian menarik minat investasi asing, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem inovasi, insentif untuk investasi teknologi, serta harmonisasi aturan dan kebijakan.

Mendorong Pertumbuhan PDB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengungkapkan, penyusunan peta jalan ini telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan pendidikan.

Oleh karenanya, ia meyakini melalui komitmen serta partisipasi aktif dari seluruh pihak tersebut, implementasi Industri 4.0 di Indonesia akan berjalan sukses dan sesuai sasaran.

“Implementasi Making Indonesia 4.0 yang sukses akan mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2 persen per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari baseline sebesar 5 persen menjadi 6-7 persen pada periode tahun 2018-2030,” paparnya.

Dari capaian tersebut, industri manufaktur akan berkontribusi sebesar 21-26 persen terhadap PDB pada tahun 2030.

Selanjutnya, pertumbuhan PDB bakal digerakkan oleh kenaikan signifikan pada ekspor netto, di mana Indonesia diperkirakan mencapai 5-10 persen rasio ekspor netto terhadap PDB pada tahun 2030.

Selain itu, Making Indonesia 4.0 menjanjikan pembukaan lapangan pekerjaan sebanyak 7-19 juta orang, baik di sektor manufaktur maupun non-manufaktur pada tahun 2030 sebagai akibat dari permintaan ekspor yang lebih besar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »