Logistic

Kehadiran PLB Generasi Kedua Yang Disesuaikan Perubahan Bisnis

PLB generasi ke II
PPLBI

Pemerintah mengembangkan Pusat Logistik Berikat (PLB) generasi ke dua, salah satunya diperuntukkan bagi perdagangan elektronik (e-commerce).

Setelah dua tahun dari pengembangan PLB pertama di bulan Maret 2016, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan meluncurkan PLB generasi kedua di bulan Maret 2018.

Pengembangan PLB disesuaikan dengan hasil kajian pemerintah terhadap perubahan dan tren bisnis masa kini. Tujuannya agar industri dalam negeri semakin memiliki daya saing untuk berkompetisi di kancah internasional.

Selain itu, pengembangan PLB juga ditujukan agar mampu memperbaiki skor kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) Indonesia, terutama dari sisi indeks kinerja logistik.

Dari mulanya hanya memanfaatkan PLB untuk logistik, bahan baku, dan barang modal, di peluncuran PLB kedua ini pemerintah menambahkan delapan sektor industri, yaitu PLB Industri Besar, PLB Industri Kecil dan Menengah (IKM), PLB Bahan Pokok, PLB Hub Kargo Udara, dan PLB Barang Jadi.

Kemudian diluncurkan juga PLB Floating Storage, PLB Bursa Komoditas, dan PLB Perdagangan Elektronik (E-Commerce).

PLB E-Commerce

Pemerintah meluncurkan PLB E-Commerce untuk menyikapi perkembangan e-commerce di Tanah Air dengan tepat. Selama ini, barang-barang yang diperdagangkan di Indonesia hub atau sentral logistiknya justru berada di negara lain.

Di samping itu, pihak DJBC melihat pelaku e-commerce dalam negeri masih relatif kecil dan perlu difasilitasi pemerintah.

PLB E-Commerce berkonsep e-commerce distribution center (EDC), seperti yang telah dijalankan oleh Malaysia. Dengan konsep ini pemerintah memperbolehkan barang dari luar negeri masuk ke dalam gudang PLB, untuk selanjutnya didistribusikan ke pembeli di dalam negeri.

DJBC juga mengharuskan PLB E-Commerce menampung produk dalam negeri yang diperdagangkan di e-commerce. Ini diyakini dapat mendukung ketersediaan dan kecepatan pengiriman barang yang merupakan faktor penting e-commerce.

Keberadaan PLB E-Commerce juga dapat memotong biaya logistik pelaku e-commerce domestik yang selama ini mengimpor barang dari luar negeri.

Jalan Panjang Kesuksesan

Upaya pemerintah membuka ruang bagi pelaku e-commerce ini diperkuat oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.28 tahun 2018 tentang Perubahan atas PMK No.272/PMK.04/2015 tentang Pusat Logistik Berikat.

Kendati demikian, optimisme pemerintah mengadakan PLB E-Commerce sayangnya tidak mendapat sambutan meriah dari pelaku e-commerce. Pasalnya, kebanyakan perusahaan e-commerce domestik tidak mendatangkan atau menyimpan barang dari luar negeri dalam jumlah besar.

Perusahaan-perusahaan e-commerce ini lebih banyak masih menggunakan metode pengiriman langsung dari luar negeri.

Di sisi lain, pelaku e-commerce domestik juga kebanyakan merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi sendiri barangnya.

Dengan begitu, masih diperlukan upaya dan usaha lain dari pemerintah untuk mendorong kesuksesan PLB E-Commerce yang sejatinya diselenggarakan untuk meningkatkan pertumbuhan pelaku e-commerce domestik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petro Updated

To Top
Translate »