Exploitations

EOR Untuk Mendongkrak Produksi Minyak

usingrecover
Illustration

Investasi besar dan tidak seratus persen mampu meningkatkan produksi minyak tahun ke tahunnya, teknologi EOR masih menjadi pilihan terakhir pemerintah.

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (11/06/2018), dalam proposalnya terkait pengelolaan Blok Rokan, PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) mengajukan penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) secara full scale setelah tahun 2021.

Sesuai data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas), di kuartal I 2018, produksi minyak Blok Rokan sekitar 210.280 barel per hari. Dengan teknologi EOR, jumlah produksi diperkirakan dapat meningkatkan menjadi 500.000 barel per hari.

Di Indonesia, Chevron sendiri merupakan salah satu kontraktor migas yang telah memanfaatkan teknologi EOR. Chevron melakukan uji coba teknologi tersebut di Lapangan Minas dan Duri. Setelah penggunaan teknologi EOR, produksi di keduanya meningkat dua kali lipat.

Apa itu EOR?

EOR merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh minyak dengan cara menginjeksikan satu zat yang berasal dari salah satu atau beberapa metode pengurasan menggunakan energi luar reservoir.

Metode ini lumrah dilakukan pada masa produksi fase sekunder dan tersier. Yakni satu masa ketika sisa cadangan cukup signifikan tetapi sulit diproduksi.

Di kondisi tersebut, EOR mengoptimalisasi sumur-sumur dengan kandungan minyak kental, berat, poor permeability, dan irregular faultlines agar dapat diangkat ke permukaan.

Tujuan dilakukannya EOR antara lain untuk meningkatkan perolehan minyak, mengurangi saturasi residual, hingga memberikan driving force pada laju produksi minyak yang sudah rendah dan meningkatkan areal sweep efficiency.

Beberapa metode EOR di antaranya thermal recovery dan gas miscible flooding yang dapat mengubah karakteristik fluida, serta chemical flooding yang dapat mengubah karakteristik fluida dan bantuan dalam sumur.

Investasi Tinggi

Banyak yang beranggapan, penggunaan teknologi EOR sangat penting mengingat banyaknya sumur-sumur migas di Indonesia yang sudah mature.

Meskipun demikian, penerapan teknologi EOR bukan menjadi prioritas pemerintah. Di saat ini pemerintah justru masih fokus meningkatkan produksi dengan pengembangan wilayah kerja baru, workover atau kerja ulang, baru kemudian EOR.

Beberapa alasan EOR belum menjadi pilihan adalah karena meskipun dapat mempertahankan produksi, tetapi skala EOR tidak besar, kemudian nilai investasi EOR terbilang tinggi sehingga tidak ideal dilakukan pada saat harga minyak masih rendah, dan terakhir adalah EOR tidak cocok dengan kondisi dan kompleksitas geologi di Indonesia.

Ketika pemerintah menyetujui proposal penggunaan EOR, itu artinya diperlukan riset dan studi yang komprehensif terlebih dahulu dari pemilik wilayah karya. Terlebih mengingat hasil EOR cenderung baru diketahui delapan tahun setelah dilakukannya metode tersebut.

Petro Updated

To Top
Translate »